Kutai Kartanegara - Derasnya curah hujan yang melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam sepekan terakhir telah menyebabkan banjir di sejumlah titik rawan. Dalam menghadapi bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar tampil sigap dengan membangun koordinasi lintas sektor, melibatkan baik instansi teknis maupun komunitas warga. Keberhasilan dalam penanganan bencana ini sangat bergantung pada kolaborasi yang efektif antara berbagai pihak.
Banjir mulai melanda Kecamatan Kembang Janggut, yang diakibatkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi. BPBD Kukar segera merespons laporan yang diterima dari Camat Kembang Janggut dan langsung mengirimkan tim tanggap darurat (TRC) ke lokasi. Hal ini menunjukkan komitmen BPBD dalam menangani situasi darurat dengan cepat.
Sejak Kamis (10/4/25), BPBD Kukar mengaktifkan status tanggap darurat di beberapa kecamatan, terutama di Loa Kulu, Tabang, Kembang Janggut, Kota Bangun Darat, dan Muara Kaman. Wilayah Jonggon dan Dusun Sentuk menjadi dua titik yang paling terdampak, dengan sejumlah warga harus dievakuasi ke tempat aman.
“Ini bukan hanya tugas BPBD, tapi aksi bersama. Relawan dari PKK, SANTANA, hingga warga setempat turut ambil bagian dalam proses evakuasi dan pelayanan di lapangan,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kukar, Syaiful Muhammady.
Aksi cepat yang dilakukan tidak hanya sebatas evakuasi korban banjir. BPBD bersama Dinas Sosial Kukar langsung membuka dapur umum di titik-titik terdampak, memastikan ketersediaan makanan siap saji bagi warga yang terdampak. Dukungan dari komunitas dan organisasi masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam penanganan kali ini.
“Dari bantu dorong kendaraan warga yang mogok, evakuasi balita dan lansia, hingga pendampingan psikososial, semua dijalankan bersama. Ini bukti bahwa solidaritas warga Kukar sangat kuat,” tambah Syaiful.
Meski kolaborasi berjalan intens, tantangan di lapangan masih besar. Keterbatasan peralatan seperti perahu karet, logistik tambahan, serta tenaga lapangan masih menjadi pekerjaan rumah. Terlebih dengan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi belum sepenuhnya mereda.
“Respons awal sudah maksimal, tapi kita tetap butuh dukungan logistik dan teknis. Kami mohon semua pihak terus bergandengan tangan menghadapi kondisi ini,” tutupnya. (adv/diskom/aw)
0 Comments:
Leave a Reply