Bupati Kukar Sebut Optimalisasi Lahan Sawah di Kukar, Bentuk Upaya Menuju Ketahanan Pangan

image

Kutai Kartanegara - Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, telah meluncurkan berbagai program untuk mengoptimalkan lahan pertanian, terutama sawah, demi mencapai ketahanan pangan di wilayah tersebut. Langkah ini dipicu oleh tantangan global dalam memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), menerima kunjungan perwakilan Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan). Audiensi ini membahas Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, dalam rangka pencapaian target swasembada pangan di Kukar.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kukar, Edi Damansyah, menekankan pentingnya optimalisasi lahan yang telah ada sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Dalam audiensi dengan perwakilan Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, dibahas mengenai Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi. Fokus dari upaya ini adalah optimalisasi 7.600 hingga 8.000 hektare lahan sawah di lima kawasan yang ditunjuk.

“Kami menerima surat dari Wakil Menteri Pertanian terkait luasan tanam padi sawah di Kukar. Dalam diskusi tadi, kami membahas bagaimana 

mengoptimalkan lahan yang sudah ada, selain program optimalisasi yang telah ditetapkan Kementan seluas 2.400 hektare di Kukar,” kata Edi Damansyah, Selasa (18/3/2025).

Dirinya menyebut, kawasan yang menjadi fokus optimalisasi meliputi 5 titik kawasan pertanian yang memang sudah ditetapkan oleh Pemkab Kukar. Terluas di Kecamatan Anggana, Muara Badak, dan Marangkayu. Berdasarkan data yang dibawa oleh perwakilan Kementan, menunjukkan bahwa luas tanam padi di Kukar pada bulan lalu masih tergolong rendah, berdasarkan pemantauan satelit.

Dalam hal ini, pemerintah sudah bekerja sama dengan TNI, khususnya Kodim 0906/Kukar dan Kodim 0908/Bontang, untuk mendukung program ini, menunjukkan kolaborasi antara publik dan sektor pertanian.

“Kami sudah memasuki tahun keempat dalam pengembangan kawasan pertanian seluas 8.000 hektare di 5 kawasan Kukar,” terang Edi.

Infrastruktur tersebut berupa infrastruktur pengairan seperti embung, jaringan irigasi, Jalan Usaha Tani (JUT), hingga sumur bor. Pembangunan ini dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan persawahan di Kukar.

Edi menambahkan bahwa dengan dukungan infrastruktur yang memadai, petani di Kukar kini dapat meningkatkan pola tanam dari dua kali setahun menjadi tiga kali dalam setahun

“Karya bakti TNI sangat membantu dalam penyelesaian infrastruktur air, dan ini sudah mulai terlihat hasilnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Kukar menegaskan bahwa kebijakan pangan merupakan prioritas daerah dan telah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.

“Program nasional ini sudah sinkron dengan kebijakan daerah. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan peran masing-masing, baik dari Pemkab Kukar maupun pemerintah pusat,” lanjutnya.

Sebagai langkah strategis, Edi mengusulkan agar selain optimalisasi lahan seluas 2.400 hektare yang ditetapkan Kementan, juga dilakukan kolaborasi pada kawasan existing yang telah ditetapkan Pemkab Kukar. 

“Ini penting agar upaya swasembada pangan benar-benar berjalan maksimal di Kukar,” pungkasnya. (adv/diskom/aw)

Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga 4 Miliyar.
  • Tags:

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *