Kutai Kartanegara – Jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2025, atmosfer politik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menghangat. Salah satu momen penting yang mencerminkan dinamika ini berlangsung pada Rabu (9/4/2025), ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar menggelar debat publik antara pasangan calon bupati dan wakil bupati. Acara ini bukan hanya sekadar pertarungan gagasan, tetapi juga menjadi indikator kualitas demokrasi lokal yang semakin berkembang.
Debat yang digelar secara terbuka itu menjadi ruang penting bagi masyarakat Kukar untuk menilai langsung visi dan program kerja para kandidat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan debat yang berlangsung tertib dan edukatif.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada KPU Kukar atas pelaksanaan debat yang tertib, terbuka, dan informatif. Ini bentuk edukasi politik yang sangat penting bagi masyarakat,” ujar Sunggono.
Bagi Pemkab Kukar, debat publik bukan sekadar formalitas dalam tahapan pemilu. Ia merupakan instrumen strategis untuk mendorong keterlibatan publik dalam proses demokrasi. Karena itu, Sunggono mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam PSU mendatang, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2025.
“Demokrasi bukan milik segelintir orang. Ini tanggung jawab kolektif. Satu suara punya arti besar. Jangan sampai kita abai,” tegasnya.
Partisipasi, lanjut Sunggono, tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran di bilik suara. Lebih dari itu, ia adalah ekspresi cinta terhadap daerah. Pemimpin dengan legitimasi kuat hanya bisa lahir dari proses yang disokong oleh kepercayaan dan partisipasi luas masyarakat.
“Target kita bukan sekadar mempertahankan tingkat partisipasi masyarakat. Tetapi juga memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat ikut ambil peran dalam pesta demokrasi ini,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Kukar memastikan bahwa seluruh dukungan teknis dan koordinasi antarinstansi terus berjalan. Kesiapan aparat, pengawas, dan unsur pemerintah desa hingga kecamatan sudah dikoordinasikan demi memastikan PSU berjalan lancar, aman, dan damai.
“Pemilu adalah cermin kedewasaan kita sebagai daerah. Mari kita tunjukkan bahwa Kukar siap menjaga demokrasi dengan semangat persatuan,” tutup Sunggono. (adv/diskom/aw)
0 Comments:
Leave a Reply