Samarinda - Hasil gelaran Piala Gubernur U-13 dan U-15 yang baru saja berakhir pekan lalu di Kaltim menimbulkan optimisme baru terkait masa depan sepak bola di provinsi ini. Turnamen tersebut, yang dirangkai dengan Piala Soeratin Regional Kaltim, memunculkan potensi besar bagi bakat-bakat muda yang dimiliki Benua Etam.
Menyikapi hal ini, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menyatakan bahwa kompetisi yang berjenjang menjadi kunci utama untuk mengembangkan talenta sepak bola di daerah ini.
“Sejauh ini dari pantauan langsung yang saya lakukan, memang muncul bakat-bakat mumpuni di semua posisi,” kata Rasman dalam wawancara eksklusif dengan Suara.com, Senin (25/11). Menurutnya, kompetisi yang lebih banyak dan berjenjang sangat dibutuhkan untuk menyalurkan potensi pemain muda, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Kaltim tidak kekurangan talenta sepak bola, namun perlu adanya niat dan kesadaran dari para pembina sepak bola untuk terus menggali bakat-bakat yang ada.
Rasman berharap bahwa dengan semakin seringnya kompetisi diadakan, akan semakin banyak bakat-bakat tersembunyi yang ditemukan. “Harus dimulai dari bawah. Misalnya asosiasi kota atau kabupaten PSSI itu harus sering-sering membuat kompetisi. Bisa di tingkat kecamatan, nanti pasti akan muncul bakat-bakat tersembunyi itu,” ujarnya.
Kejuaraan-kejuaraan seperti Piala Gubernur dan Piala Soeratin diharapkan menjadi titik awal untuk membangun struktur kompetisi yang berkesinambungan di seluruh Kaltim. Rasman menambahkan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya penting bagi peningkatan kualitas permainan, tetapi juga sebagai sarana bagi para atlet untuk membuktikan kemampuan mereka di depan para pencari bakat.
“Semoga ini bisa membawa dampak baik bagaimana sepak bola Kaltim ke depannya,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa kejuaraan ini bisa dijadikan ajang seleksi untuk membentuk tim yang lebih solid dan kompetitif pada tingkat nasional. (*)
0 Comments:
Leave a Reply