Kutai Kartanegara – Desa Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, kini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai sentra inovasi produk UMKM. Tak hanya dikenal lewat camilan tradisional kue keroncong, desa ini kini mencuri perhatian melalui produk amplang berbahan dasar sarang burung walet yang diberi nama Amplang Balet.
Produk unik dan bernilai jual tinggi ini bahkan telah menembus pasar ekspor ke dua negara Asia Tenggara, yaitu Singapura dan Thailand. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa potensi lokal jika dikelola dengan baik dapat bersaing di pasar global.
Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, menyampaikan bahwa ekspor telah dilakukan sejak tahun 2023 dan terus mengalami perkembangan berkat dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Alhamdulillah, saat ini UMKM kami sudah mampu ekspor produk Amplang Balet ke luar negeri. Ini merupakan hasil kerja keras para pelaku UMKM yang kami damping sejak dua tahun terakhir,” ujar Supian, Rabu (11/6/2025).
Produk amplang berbasis sarang walet tersebut dijual dengan harga premium. Untuk ukuran per kilogram, harganya mencapai Rp150 ribu, sementara versi satuan per gram dihargai Rp15 ribu.
Amplang Balet ini dikembangkan oleh pelaku usaha lokal dengan cita rasa khas dan tekstur renyah, serta dipercaya memiliki nilai gizi tinggi berkat kandungan protein alami dari sarang walet. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar internasional.
Disperindag Kukar sendiri sebelumnya telah melakukan berbagai upaya strategis untuk mendorong UMKM berorientasi ekspor, termasuk menggandeng PT Multi Harapan Utama (MHU) dalam program pembinaan dan pengembangan skala usaha kecil.
Produk Amplang Balet merupakan inovasi kuliner pertama di Kukar yang memanfaatkan sarang burung walet sebagai bahan dasar olahan. Keunikan dan keunggulannya membuat produk ini diyakini mampu menjadi ikon ekspor baru dari sektor UMKM Kukar.
“Harapan kami, produk ini terus tumbuh dan mampu membuka pasar baru di negara-negara lain. Ini bukan hanya soal dagang, tetapi juga tentang membawa nama Teluk Dalam ke level global,” tutup Supian.(adv/diskom/aw)
0 Comments:
Leave a Reply