Kesbangpol Kukar Menghimbau Masyarakat Menjelang PSU

image

Kutai Kartanegara - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan salah satu dari dua kabupaten di Kalimantan Timur yang harus melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Keputusan ini diambil setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil pemilihan Bupati Kukar. Sejak awal, Kukar telah diwaspadai oleh Bawaslu Kaltim sebagai daerah yang rawan konflik. Dalam suasana politik yang masih hangat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara, Rinda Desianti, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan.

Rinda menjelaskan bahwa setiap komponen masyarakat memiliki peran krusial dalam mencegah serta menangani potensi konflik sosial. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan, seperti warna pakaian, bisa menjadi pemicu ketegangan.

Dia menegaskan agar individu tidak terjebak dalam politik identitas yang justru dapat memperburuk keadaan

“Mengapa kita harus merasa tidak merdeka dalam memilih pakaian hanya karena perbedaan warna yang diasosiasikan dengan politik? ” ujarnya.

Di samping itu, Rinda juga menyoroti dinamika sosial yang cepat berubah di Indonesia, termasuk dampak positif dan negatif dari penggunaan handphone. Ia mencatat bahwa pemahaman tentang wawasan kebangsaan, bela negara, dan Pancasila di kalangan generasi muda semakin menurun. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan yang sama, Brigjen TNI Dr. Fransiscus Ari Susetio memberikan materi tentang wawasan kebangsaan dengan penekanan pada berbagai konflik yang terjadi di dunia. Ia menjelaskan bahwa konflik tidak hanya disebabkan oleh faktor internal, tetapi juga eksternal, terutama terkait dengan perebutan Sumber Daya Alam (SDA) dan energi.

Lebih lanjut, Fransiscus menegaskan pentingnya menjaga kedamaian di Indonesia agar tidak mengalami konflik serupa yang telah melanda beberapa negara, seperti Sudan, Nigeria, hingga Laut Cina Selatan

“Konflik dapat mengubah yang baik menjadi buruk. Oleh karena itu, kita harus kompak dan bersatu untuk mencegah terjadinya konflik,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pelajar, dan pihak-pihak terkait lainnya, yang diharapkan dapat bersinergi dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Kutai Kartanegara. (adv/diskom/aw)

Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga 4 Miliyar.
  • Tags:

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *